Tampilkan postingan dengan label Elektronika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Elektronika. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Oktober 2012

BIKIN INVERTER SENDIRI

Apakah inverter itu?
Inverter adalah alat yang dapat merubah tegangan DC 12V menjadi listrik AC bertegangan 220V seperti listrik dari PLN yang biasa kita gunakan sehari hari.
Seandainya kita bepergian menggunakan bus umum, sering kita sering melihat / menonton TV atau video yang diputar dalam bus untuk menemani perjalanan kita menuju suatu tujuan. Nah jika kita perhatikan sistim kelistrikan dalam bus adalah DC 12V sedangkan pada TV yang dibutuhkan adalah AC 220V, sehingga diperlukan perubahan tegangan dari 12V DC ke 220V AC. Alat yang dapat merubah tegangan listrik tersebut adalah INVERTER. Dengan adanya invertier dalam bus Tv, Dvd player, lampu 220V, charger serta alat alat listrik 220 V AC dapat difungsikan.
Selain sebagai pembangkit listrik dalam Bus inverter juga dapat digunakan untuk pembangkit listrik tenaga matahari yang digabungkan dengan panel surya, listrik tenaga air dengan memakai kincir air, selain itu sebagai back up sistim listrik di rumah jika sekali waktu terjadi pemadaman listrik PLN tentu saja listrik yang diperlukan sebelumnya harus tersimpan dahulu dalam aki/baterai.
Sistim pembangkit listrik dengan inverter mempunyai keuntungan dalam mem back up listrik dirumah jika dibandingkan pembangkit dengan GENSET. Yaitu inverter dapat menghasilkan listrik 220 V AC tanpa polusi, tanpa bising.
Di toko maupun di internet banyak beredar yang menjual inverter mulai dari yang berkapasitas kecil hingga yang besar, serta ada yang menghasilkan listrik 1 phase dan 3 phase. Kita dapat membelinya sesuai dengan kebutuhan. Tentu harganya bervariasi menurtut kapasitasnya.
Nah jika anda menginginkan inverter ini anda dapat membelinya DISINI atau jika kebetulan mempunyai tranformator ( trafo ) bekas dari power amplifier yang masih bagus, dapat anda gunakan sebagai inverter sehingga anda hanya menambahkan sedikit bahan bahan pendukung lainnya seperti transistor dan resistor. Jadinya kan lebih hemattt.. Hitung hitung sambil belajar membuat inverter sendiri.
Untuk rangkaiannya lihat saja dibawah ini.


Untuk Transistor Powernya gunakan Heatsing ( alumunium pendingin ) untuk mereduksi panas yang dihasilkan. Untuk daya 50 W Trafo yang digunakan 5 Amp
Untuk daya 100W trafonya 10Amp. Dengan rangkaian seperti dibawah ini.

Untuk memperkuat lagi  daya  yang dihasilkan dapat dilakukan dengan memperbesar ampere trafo dan penambahan transistor powernya dengan system darlington.
Rangkaian inverter diatas mempunyai kelemahan antara lain :
Fisik besar, effisiensi  rendah ( pemakaian baterai boros), gelombang output yang dihasilkan berbentuk gelombang blok sehingga bila kita gunakan untuk memutar audio player akan terdengar noise. Sementara gelombang listrik yang dihasilkan oleh PLN adalah gelombang sinus.
Namun saat ini dengan kemajuan teknologi telah dapat dihasilkan inverter dengan efisinsi yang tinggi (konsumsi baterai hampir sama dengan pemakaian beban yang digunakan), bentuk gelombang outputnya sinus, bentuknya kecil sehingga mudah untuk dibawa / dipindahkan misalnya akan dipakai di mobil anda atau dibawa camping.
Untuk Inverter yang berkwalitas baik anda bisa melihatnya disini.
Mudah mudahan tulisan ini berguna bagi anda.


Jumat, 28 September 2012

Mencegah Ledakan Gas Elpiji

Pada saat ini pemakaian gas elpiji sudah merupakan barang yang tidak asing lagi bagi kita karena sejak konversi BBM dari minyak tanah ke gas elpiji semua masyarakat beralih pemakaian dari minyak tanah menjadi menggunakan Gas elpiji. 
Namun seiring dengan semakin banyak pengguna gas elpiji maka berbanding lurus pula dengan berita tentang ledakan gas elpiji. Perlu diketahui banyak yang berasumsi bahwa apabila terjadi suatu ledakan gas elpiji sumbernya adalah tabung gas yang meledak, padahal pada kenyataannya terjadinya ledakan adalah karena terjadi kebocoran pada instalasi. Kebocoran bisa terjadi mulai dari tabung gas itu sendiri yang bocor, pemasangan regulator yang longgar, selang yang bocor karena digigit tikus atau sudah tua, kran kompor yang sudah tidak dapat menutup dengan baik . 
Dari analisa kebocoran gas yang paling sering terjadi adalah pada pemasangan regulator yang tidak baik, hal ini dikarenakan karet sealnya yang buruk serta penyalaan kompor yang ternyata apinya tidak menyala. 
Sering kali saat kita menyalakan kompor tanpa disadari bahwa sebenarnya kompor yang kita nyalakan tidak keluar api. Dari gas yang keluar dari kompor yang seharusnya terbakar akan terkumpul dalam ruangan / dapur dan bercampur dengan oksigen dan setelah terakumulasi dengan jumlah yang banyak kemudian terpicu oleh percikan api misalnya mengulangi menyalakan kompor, menyalakan lampu dari saklar lampu, dari korek atau bahkan beradunya antara dua logam maka “BLUMMM” gas yang terkumpul dalam jumlah banyak tadi menjadi ledakan yang luar biasa. 
Kalau sudah begitu bukan saja harta yang hancur namun yang paling menyedihkan adalah nyawa juga ikut melayang. 

Lalu bagaimana upaya mencegah kejadian yang tak diinginkan tersebut? 

  • Pergunakan selang dan regulator yang ber SNI. 
  • Biasakan saat menyalakan kompor kita melihat apakah api menyala atau tidak. 
  • Periksa selang gas minimal sebulan sekali siapa tahu ada kerusakan karena gigitan tikus atau retak karena selang sudah uzur. 
  • Pada pemasangan regulator pastikan bahwa regolator terpasang dengan stabil artinya setelah regulator terpasang pada tabung gas keadaanya tidak longgar bila kita goyangkan. 
  • Jika regulator setelah terpasang longgar, bukalah regulator dan ganjal leher gas dengan karton/kardus secukupnya sehingga jika regulator yang dipasang tidak longgar lagi. 
  • Setelah regulator dipasang coba dengarkan apakah ada suara mendesis atau tidak dengan mendekatkan telinga ke regulator. 
  • Saat penggantian tabung gas bukalah pintu dan jendela dapur agar jika terjadi kebocoran saat pemasangan, gas dapat keluar tanpa menumpuk di dapur. 
  • Lebih sip dan aman tanpa rasa was was jika dilengkapai detektor alarm kebocoran gas, karena siapa yang tahu saat pemasangan gas semuanya dalam keadaan baik namun beberapa hari kemudian terjadi kerusakan seal karet yang mengakibatkan terjadinya kebocoran gas.
Detektor Alarm Gas Elpiji

Penggunaan detektor kebocoran gas ini sangat sederhana yaitu : 

  • Cukup diletakan / digantungkan dengan paku berdekatan dengan tabung gas sehingga jika terjadi kebocoran gas elpiji dapat segera terdeteksi Usahakan pemasangan tidak dekat Ventilasi. 
  • Sambungkan ke sumber listrik 220 V AC. 
  • Lampu indicator warna hijau akan menyala berarti detector aktif bekerja. 
  • Jika ada kebocoran gas lampu akan berubah menjadi merah dan alarm berbunyi jika kadar gas  sudah menurun alarm akan berhenti. 
Anda dapat membeli detektor kebocoran gas elpiji disini

Jika terdeteksi ada kebocoran gas langkah yang harus dilakukan adalah: 

  • Jangan menyalakan atau mematikan alat alat listrik ( lampu dsb ) 
  • Segera buka regulator dari tabung gas elpiji. 
  • Buka lebar lebar pintu dan jendela dapur supaya udara segar segera masuk ke dalam 
 Semoga dapat diambil manfaatnya.